• Call Us 031-8714673, 8714643
Politeknik Pelayaran Surabaya Peringati Hari Lahirnya Pancasila

Politeknik Pelayaran Surabaya Peringati Hari Lahirnya Pancasila

1SURABAYA- Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 juni 1945, kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final pada tanggal 18 Agustus 1945. 1 Juni ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila, tahun ini merupakan peringatan hari lahir Pancasila yang ke-73, terhitung sejak 1 Juni 1945. Saat Ir. Soekarno menyampaikan pidato di hadapan BPUPKI dan memperkenalkan lima sila dengan nama Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia, dituangkan dalam lima dasar yang dipadukan dalam satu rangkaian kesatuan, satu totalitas, merupakan satu kebulatan yang tunggal dan mandiri. Tiap sila mengandung dan mencerminkan makna keempat sila yang lainnya. Tiap sila tidak terlepas dari kaitannya dengan sila yang lain. Para pendiri bangsa dari berbagai kelompok, golongan dan latar belakang menetapkan Pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan. Pancasila merupakan berkah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para founding fathers Indonesia.

Tepat tanggal 1 Juni 2018 POLTEKPEL Surabaya juga turut memperingati hari lahirnya Pancasila di Lapangan Kampus POLTEKPEL Surabaya. Upacara yang diikuti oleh tim Manajemen, Pejabat Struktural dan Fungsional, seluruh pegawai beserta Taruna Taruni POLTEKPEL Surabaya dilaksanakan dengan penuh semangat dan hikmat. Selaku Inspektur upacara adalah Wakil Direktur III POLTEKPEL Surabaya, Capt. Hadi Setiawan, MT.,M.Mar. Pada pelaksanaan upacara memperingati hari lahirnya Pancasila Inspektur Upacara membacakan naskah pidato Presiden RI. Dalam sambutan tersebut disampaikan tentang sejarah lahirnya Pancasila.

Beliau menyampaikan bahwa peringatan hari lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni ini harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk mengingat, memacu dan mengaktualisasikan nilai-niai Pancasila. Pancasila merupakan warisan para founding fathers untuk kemajuan bangsa dan sekaligus juga menjadi sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia. Dengan modal semangat dan energi kebersamaan, Indonesia  akan mampu berprestasi untuk memenangkan kompetisi. Kita harus percaya diri dan berani bersaing dalam kehidupan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif. Dengan semangat jiwa Pancasila semoga para atlet Indonesia juga mampu bersaing untuk mengibarkan bendera merah putih di Asian Games yang diselenggarakan tahun ini. Selama 73 tahun, Pancasila sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya. Selama 73 tahun, Pancasila sudah menjadi rumah Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Pancasila akan terus mengalir di denyut nadi seluruh rakyat Indonesia.

Comments are closed.