Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
  • Call Us 031-8714547, 8714643
Kepala BPSDM Perhubungan Arahkan Pola Asuh Bermartabat

Kepala BPSDM Perhubungan Arahkan Pola Asuh Bermartabat

Usai mengikuti kegiatan Penutupan dan Pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2019 bersama Menteri Perhubungan di Dermaga Gapura Surya Tanjung Perak Surabaya, Kepala BPSDM Perhubungan, Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, memberikan arahan di depan 500 taruna taruni POLTEKPEL Surabaya yang berkumpul di Auditorium POLTEKPEL Surabaya, Senin (4/2/2019).

Kegiatan yang digagas untuk memberikan wawasan pembinaan karakter taruna dan taruni ini turut dihadiri Sekretaris BPSDM Perhubungan, Suharto, A.TD, MM, Direktur POLTEKBANG Surabaya, Ir. Setio, MM, dan Direktur POLTEKPEL Surabaya, Capt. Heru Susanto, MM, beserta jajarannya.

Kepala BPSDM Perhubungan menuturkan pentingnya menjunjung tinggi dan menjaga kehormatan almamater dengan sikap-sikap dan perilaku yang terpuji dengan cara membangun hubungan sesama taruna maupun pegawai di lingkungan POLTEKPEL Surabaya yang bermartabat, bermoral dan berintegritas.

Beliau dan Bapak Suharto, sapaan akrab Sekretaris BPSDM Perhubungan, pun mengingatkan agar taruna dan taruni tidak lagi melakukan tindakan-tindakan tercela dan tidak terpuji seperti kekerasan fisik maupun kekerasan verbal, asusila, dan hal-hal yang dilarang dalam tata tertib taruna (tertibtar).

Menutup kuliah umumnya, Ibu Umiyatun menyampaikan pesan kepada seluruh taruna di POLTEKPEL SURABAYA untuk selalu mengilhami dan mengimplementasikan pola pengasuhan yang bermartabat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini juga diperlukan kerjasama dengan seluruh pegawai yang terlibat dalam system pengasuhan. Tujuannya, agar meningkatkan pengawasan dalam pelaksanaan pengasuhan, menata ulang kegiatan ekstra kurikuler yang berpotensi menimbulkan kekerasan serta memperbanyak kegiatan yang bisa menimbulkan jiwa korsa.

 

 

Comments are closed.