Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
  • Call Us 031-8714643, 08113346999, 082141152747
Upacara Peringatan Hari Pahlawan Di POLTEKPEL Surabaya Berlangsung Khidmat

Upacara Peringatan Hari Pahlawan Di POLTEKPEL Surabaya Berlangsung Khidmat

Upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November yang digelar Politeknik Pelayaran (POLTEKPEL) Surabaya di Lapangan Plaza Poltekpel Surabaya berlangsung penuh khidmat. Pada kesempatan ini, Direktur POLTEKPEL Surabaya, Capt. Heru Susanto, MM,  menjadi inspektur upacara. Selain pengibaran bendera merah putih, juga dilaksanakan Pembacaan Teks Pembukaan UUD 1945 serta kata-kata mutiara dari para pahlawan Nasional. Tak lupa seluruh peserta juga mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan.

Dalam sambutannya, Direktur POLTEKPEL Surabaya yang membacakan sambutan Menteri Sosial RI tersebut mengingatkan pentingnya generasi kini mengingat jasa para pahlawan. “Peristiwa perang mengingatkan kita bahwa pada kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu negeri. Semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang tersebut hendaknya perlu terus ditumbuhkembangkan di dalam hati sanubari kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur POLTEKPEL Surabaya juga menyoroti perkataan Proklamator Bung Karno yang menyebut jika bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Untuk itu, beliau ingin peringatan Hari Pahlawan ini membangkitkan rasa cinta pada para pahlawan. “Peringatan Hari Pahlawan ini kita bangkitkan semangat berinovasi bagi anak bangsa  untuk menjadi pahlawan masa kini. Bagaimana tema peringatan Hari Pahlawan tahun 2019 adalah Aku Pahlawan Masa Kini, menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapapun yang memperkuat keutuhan NKRI,” paparnya.

“Seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak menyebarkan berita hoaks, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya. Jika dahulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahkan nyawa, sekarang untuk menjadi pahlawan bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata, mengusir penjajah, tetapi kita juga bisa dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan,” pungkasnya.

Comments are closed.